KEKUASAAN NEGARA DAN PENDUDUKNJA

Pemikiran Ki Mangunsarkoro dalam bukunya “Ilmu Kemasjarakatan” (diterbitkan oleh Prapancha, Yogyakarta, 1952 hal 72)

  1. Kemadjuan zaman minta supaja dalam negara pemimpin-pemimpin bisa mendjalankan pimpinannja dengan dasar-dasar jang luas (bisa menerima dan mengerti segala sesuatu jang dihadapinja)
  2. Orang jang sudah madju, besar keinginannja untuk mengatur sendiri segala sesuatu jang dihadapinja; tetapi djika tiap orang berbuat begitu, petjahlah negara; kekuatan jang bisa mengikat penduduk negara mendjadi satu perlu diusahakan, ialah pemerintah jang kuat dan bidjaksana
  3. Tudjuan pimpinan dalam negara jang sebaik-baiknja : mengatur supaja tiap kekuatan bisa dipakai dengan menimbulkan hasil jang sebanjak-banjaknja.
  4. Djika tiap orang dalam negara bisa berkuasa karena pilihan, maka dapatlah jang kuasa dalam negara bukan orang jang berbudi baik, tetapi orang kuat jang djahat, jang erusakkan negara. Maka haruslah masjarakat awas terhadap anasir-anasir djahat jang berusaha madju kemuka
  5. Djika tiap orang dalam negara “diikat” dari kanan dan kiri hingga tidak ada kuasa sedikitpun untuk mengikuti gelora hidupnja sebagai manusia jang berpikir dan berbudi, tidak lebihlah keadaannja dengan binatang jang diikat lehernja.
  6. Faham demokrasi dalam berlakunja banjak menimbulkan hawa nafsu jang djahat, faham diktatur dalam berlakunja terlalu banjak mengikat dan menrendahkan deradjat kemanusiaan orang. Baik kedjahatan jang timbul karena demokrasi, ataupun jang timbul karena diktatur, timbulnja karena ketamaan manusia : nafsu untuk mentjahari untung dan senang diri sendiri sadja.
  7. Kebenaran suatu pendapat tidak bisa ditetapkan dengan “suara terbanjak”. Ia hanja bisa ditapai oleh ketjerdasan dan kebidjaksanaan jang setinggi-tingginja. “Suara jang terbanjak” itu baik sebagai ukuran, sampai seberapa suatu kebenaran bisa dirasai masjarakat. Berhubung dengan itu sudah semestinjalah djika ketjerdasan dan kebidaksanaan, maupun “suara jang terbanjak” bisa berlaku, masing-masing pada tempatnja.
  8. Seringkali ada satu dua golongan orang jang menentang kekuasaan pemerintah. Dalam golongan ini sering terdapat kekuatan rakjat jang baik, jang kalau dimengerti dan diakui oleh fihak pemerintah bisa mendjadi kekuatan jang penting dan baik untuk pemerintah.
  9. Penduduk negara jang sedar dengan ichlas tunduk pada perintah orang jang diatasnja. Keichlasan itu bersandar pada keinginan kepada ketertiban dan kesentausaan negara
  10. Adanja badan perwakilan rakjat memberi kesempatan kepada rakjat jang selalu mendjalankan perintah, untuk ikut memberikan pengaruhnja kepada djalan berlakunja segala sesuatu dalam negara hingga ia merasa berharga (dihargai) sebagai warga negara. Tiap wrga negara jang sedar mesti minta dihargai sebagai imbangan sikap taat jang diharuskan padanja. Partai politik adalah alat tiap warga negara untuk memberikan pengaruhnja kepada tindakan dan haluan negara.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: